Lalap adalah sayur-sayuran yang biasa disajikan beserta masakan Indonesia. Lalap menyerupai salad, yang banyak dijumpai di makanan barat, walau begitu khas bagi lalap adalah bahwa sayur-sayur lalap tidak dimakan bersama saus (dressing) atau bumbu-bumbu. Lalap biasa dimakan bersama nasi dan lauk-pauk lainnya (ayam goreng, ikan goreng, sambal, dan sebagainya). Sayur-sayuran yang biasa digunakan antara lain selada, kacang panjang, timun, tomat, daun pepaya, daun singkong dan kemangi. Sayur-sayuran ini biasanya dihidangkan dalam keadaan mentah atau untuk sayur-sayuran seperti daun singkong dan daun pepaya sebelumnya direbus terlebih dahulu. Karena terdiri dari banyak sayuran yang belum dimasak, lalap banyak mengandung serat yang baik bagi pencernaan.
KEHIDUPAN sehari-hari orang Sunda nyaris tak terpisahkan dari lalab (lalap). Akibatnya, ada pemeo, tak sulit memberi makan orang Sunda, lepas saja mereka di hutan atau di ladang, cukup dibekali sebungkus nasi timbel dan sambal. Ya, alasannya untuk lauknya telah tersedia daun-daunan yang dapat dijadikan kawan nasi.
Hamparan bumi Jawa Barat memang kaya raya oleh aneka jenis tanaman lalap. Mulai dari puncak gunug ke pedataran ladang dan bentangan pesawahan, ratusan atau mungkin ribuan macam tumbuhan yang daun, buah, atau bijinya dapat dijadikan lalap. Di hutan-hutan misalnya, terdapat tanaman bunut, koang, kosambi, putat, reundeu, kihapit, mareme, pongporang, dan takokak.
Di ladang-ladang, terdapat jonge, jotang, kasingsat, kahitutan, senggang, sintrong, dan lain-lain. Di persawahan terdapat antanan, eceng, genjer, solod soya, gelang, saladah, dan sebagainya. Itu yang tumbuh liar. Tanpa ditanam dan yang sengaja ditanam, banyak pula jenis, bentuk, dan rasanya. Seperti hiris, jaat, katuk, leunca, roay, terong, dan paria.
"Jika dijaga dan dipelihara, pokoknya kita tidak akan kehabisan sumber vitamin dan protein nabati," kata sejumlah orang penduduk pedesaan, yang mengaku doyan makan lalap. Mereka menyayangkan, sejak empat dasa warsa terakhir, para petani sudah dibiasakan menggunakan insektisida, pestisida, serta bahan-bahan mengandung zat kimia lainnya dalam kegiatan bercocoktanam. Akibatnya, banyak tanaman lalap di sekitar sawah dan ladang terkena limbah beracun, berbahaya untuk dimakan. "Belum lagi penggundulan hutan yang merusak lingkungan. Tanaman lalap hutan juga ikut terganggu."
Pengamanan
Berkaitan dengan tanaman lalap khas hutan inilah, Perhutani Unit III Jabar-Banten mencoba mengembangkan lalap pohpohan sebagai bahan garapan Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Keberadaan pohpohan yang nyaris terlupakan, dibangkitkan kembali melalui usaha para petani yang tergabung dalam kelompok tani hutan (KTH).
"Untuk sementara, sentra budi daya pohpohan baru dibentuk di Desa Tamansari Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor. Tepatnya oleh masyarakat petani hutan di kaki G. Salak," kata Kepala Perhutani Unit III Jabar-Banten, Ir. H. Momo Nurdiana, didampingi Kasi Humas H. Dahlan Sudrajat, S.H.
Menurut Momo, para petani KTH Mekarsari Desa Tamansari tersebut beranggotakan 85 orang. Mengolah 40 ha lahan di bawah tegakan tanaman damar dan pinus di kawasan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor.
"Insya Allah, di kawasan hutan lainnya di seluruh Jabar dan Banten, budi daya lalap pohpohan dan aneka lalap hutan lainnya akan dikembangkan. Selain mendatangkan hasil bagi petani setempat, juga bermanfaat bagi pengamanan hutan dari penjarahan," Momo menambahkan.
Sementara itu, Ketua KTH Mekarsari, Wardi, menerangkan, pohpohan dipilih sebagai tanaman utama para petani anggota KTH karena dapat menghasilkan dalam waktu relatif singkat. Selain itu, pohpohan mudah perawatan dan pemasarannya.
"Dari mulai tanam hingga panen, hanya membutuhkan waktu tiga bulan. Bibitnya pun cukup satu kali tanam sebab setelah dipanen, akan tumbuh dan bertunas terus. Pohponan juga ramah lingkungan, tidak membutuhkan pupuk kimia, cukup dengan pupuk kandang saja," Wardi menjelaskan.
Bagi masyarakat sekitar G. Salak, pohpohan sudah dikenal sejak zaman dulu. Sejak zaman nenek moyang, sejak buyut, bao, janggawareng, udeg-udeg, hingga kakait siwur. Maklum, sebagai orang Sunda yang hidup di pegunungan, lebih mudah mendapatkan sayur daripada daging. Pohpohan termasuk yang mudah didapat itu.
"Akan tetapi, pohpohan dulu tumbuh liar, tidak pernah dibudidayakan dan diperjualbelikan. Siapa yang ingin, tinggal petik. Tapi sejak tahun 1991, para petani mulai mencoba memeliharanya dalam pola tanam tumpangsari. Ternyata bagus, tumbuh subur, dan ketika ditawarkan ke pasar, laku keras. Oleh karena itu, sekarang dimasukkan saja ke pola PHBM yang diikuti para petani. Cara menanamnya mudah sekali, tinggal menancapkan ke tanah yang sudah dicangkul, diberi pupuk kandang sekali sebulan, nah sudah itu tinggal menuggu panen," tutur Wardi, yang menambahkan, dari areal satu hektare, mendapat 10.000 ikat pohpohan yang dibeli oleh para bandar sayur-mayur langsung dijual ditempat, Rp 80,00 per ikat.
"Tanpa mengeluarkan ongkos angkut atau biaya kirim karena para bandar datang sendiri. Alhamdulillah, dengan budi daya pohpohan, penghasilan para petani KTH Desa Tamansari meningkat rata-rata Rp 500.000,00 per bulan."
Bahkan, Kepala Desa Tamansari, A. Mahmud, menyatakan, sudah ada pengusaha dari Jepang yang membutuhkan pohpohan untuk diolah di negerinya. "Siapa tahu kelak pohpohan dari desa kami akan menjadi komoditas penting bernilai ekspor. Kesejahteraan sosial ekonomi penduduk tentu akan lebih meningkat lagi. Mohon doa restu saja," kata Mahmud.
Kaitan budi daya pohpohan dengan keamanan hutan G. Salak ditunjukkan oleh Slamet Riyadi Toyanegara, Ajun Administratur/Kepala Seksi KPH Bogor. Karena penduduk sekitar hutan berhasil memanfaatkan lahan hutan untuk budi daya pohpohan dan sudah terasa hasilnya menguntungkan, mereka akan selalu siaga mengamankan hutan dari gangguan para perusak dan penjarah.
"Tanaman pohpohan tidak akan tumbuh subur di lingkungan hutan yang rusak. Maka untuk menjaga stabilitas kesuburan pohpohan, para petani KTH siap pula menjaga stabilitas kelestarian hutan. Tidak mengherankan jika KPH Bogor merupakan yang teraman dari 14 KPH yang ada di Jawa Barat dan Banten. Ya, salah satunya berkat budi daya pohpohan," demikian Slamet Riyadi.
Cerah
Mengingat sekarang banyak rumah makan atau restoran memakai label "Khas Sunda", prospek penanaman dan pemasaran aneka jenis lalap tentu sangat cerah sebab tak mungkin rumah makan/restoran khas Sunda tidak menyajikan lalap berikut segala "aksesoris"-nya berupa jenis-jenis sambal. Sementara itu, bumbu sambal sendiri, mau tidak mau, harus melibatkan jenis lalap pula, seperti surawung (kemanggi) atau kemir (tomat hijau).
Antara lalap dan sambal, dalam khasanah tataboga masyarakat Sunda, sudah punya pasangan masing-masing. Lalap pohpohan beserta kawan-kawannya sesama lalap asal pegunungan dan hutan, sangat cocok dipadukan dengan sambal terasi, sedangkan lalap ladang punya pasangan serasi sambal wijen atau sambal suuk (kacang tanah). Lalap sawah, termasuk saladah dan tespong, padanannya adalah sambal oncom.
"Sekarang muncul 'sambel Cibiuk', yang punya tampilan dan rasa tersendiri. Cocok untuk di-coel oleh semua jenis lalap," komentar seorang penduduk desa di Kab. Garut yang mengaku sangat menyukai lalap dan sambal sehingga merasa tak berselera makan jika tidak ada lalap dan sambal terhidang di depannya.
Akan tetapi, bagaimana pun, pendapat seorang ahli ekologi, lalap adalah sumber kekayaan alam yang tak boleh diremehkan. Lalap sebagai sumber gizi, vitamin, dan protein sebagai sumber mata pencaharian dan peningkatan ekonomi masyarakat harus dimuliakan, dalam arti dipelihara, dijaga, dan dipertahankan kelestariannya. Ia memuji upaya Perhutani Unit III Jabar-Banten yang telah memilih pohpohan sebagai komoditas penyangga keamanan hutan.
"Jika pohpohan sukses dikembangkan hingga menjadi komoditas ekspor, jenis lalap "liar" lainnya pun tentu dapat dikembangkan hingga mencapai taraf yang sama," kata pakar tersebut. Ia pun optimistis budi daya tanaman lalap tradisional jika digarap sungguh-sungguh akan memberi kontribusi terhadap masyarakat luas dalam mengatasi krisis ekonomi berkepanjangan
Bagi penggemar berat lalapan selalu akan pilih pilih bila akan menikmati enaknya dan kesegaran sayur yang akan disantapnya. Kebanyakan mereka tak segan-segan memperhatikan cara memilih dibagian mana dan jenis tumbuhan apa yang mempunyai rasa paling enak. Semua orang kenal bagian paling enak untuk lalapan, terletak pada pucuk, merupakan daun yang paling muda. Para penggemar daun muda ini faham betul jenis tumbuhan apa yang yang enak dimakan, seperti kemangi, daun luntas, kol, selada, daun pepaya, singkong, pace dan lain sebagainya. Dulunya mereka biasanya mempunyai kebun sendiri tahu betul mana yang harus mereka pilih. Namun di zaman sekarang mana ada orang berkebun, menemui sejengkal tanah kosong pun sulit.
Hanya dari daun terpilih itulah itulah terdapat citra rasa yang nikmat baik itu masalah kerenyahan, aroma, serta rasanya. Untuk mempertahankannya daun haruslah segar, serta sengaja ditanam untuk keperluan itu, kalau daun itu tak pernah dipetik maka ada bau-bau asing yang mengganggu, rasa agak getir, biasanya daun agak kaku bila dimakan. Namun yang paling penting untuk diperhatikan adalah jangan sampai lalapan itu ditanam secara salah. Biasanya untuk memperpendek masa tanam dan hasilnya bayak maka dibantu dengan pupuk kimia dan disemprot dengan pestisida dan herbisida. Lebih celaka lagi karena keterbatasan lahan banyak sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, ditanam di lahan berlimbah. Ada yang menanam dipinggir sungai yang tercemar,oleh limbah yang membahayakan. Banyak juga ditanam kolam airnya berasal dari pembuangan limbah yang telah terkontaminasi zat yang berbahaya.
Lebih berbahaya lagi ditanam bekas pembuangan sampah, banyak zat yang beracun disitu contohnya bekas batu baterai, mengandung air raksa yang mudah meresap ke tanaman sehingga tanaman terkontaminasi air raksa. Oleh sebab itu kita harus pintar-pintar memilih bahan makanan organik yang sehat utuk menjaga agar tak terjadi hal hal yang tak diinginkan bagi kesehatan tubuh. Kenali sumber penanamanya pilih tanaman yang berasal dari dataran tinggi yang lingkungannya masih lestari, tak ada salahnya bila kita menelusuri asalnya. Usahakan dicuci bersih sebelum dikonsumsi, tapi kalau tercemar logam berat kita tak dapat berbuat apa-apa, Zat itu tak hilang begitu saja bila dimasak pada suhu tinggi.
Pada menu-menu warung sehat Griyo Kulo tersedia berbagai lalapan, serta sayur organik segar yang sengaja ditanam untuk kepentingan penikmatnya. kalau perlu dapat memetik atau memanennya sendiri dari kebun, tak memakai pupuk kimia. Semua menu yang tersedia lima belas menit yang lalu masih merupakan hewan atau tumbuhan yang masih hidup. Disediakan menu masakan kampung, seperti sayur lodeh, asem-asem, jangan bobor. Sedang sayurnya bervariasi, di suguhkan datas daun pisang segar.
Ikan Wader Ikan wader merupakan ikan yang banyak hidup disekitar Kali samin, ikan wader terkenal dengan rasa gurihnya, makanan ini dulu banyak disajikan di warung, namun sekarang sudah jarang ada. Wader dilirik merupakan makanan nostal gia bagi mereka yang pernah merasakannya.
Udang Kali. udang hidup disekitar kali Samin biarpun kecil, udang kali mempunyai rasa yang enak. Dulunya banyak disekitar kita, namun pencemaran udangpun punah. Kini hanya hidup di kali bersih. Dapat dibuat berbagai menu masakan seperti bothok, pepes, atau dicampur dalam sambal bawang.
Belut Belut juga diambil dari persawahan disekitar daerah itu, kalau digoreng rasanya sangat gurih, biasanya hanya digoreng basah atau digoreng gairng dengan tepung.
Ayam Ayam bila ingin utuh, dapat memilih sendiri banyak ayam yang berkeliaran disitu, kalau pingin kalkun, itik bahkan angsa dapat memilih sendiri. Disitu juaga ada kandang kambing kalau pingin kambing dapat dimakan rame rame. Bila tak berselera tinggal menengok kolam, disitu tersedia berbagai jenis ikan tinggal pilih untuk dimasak.
Tahu Tempe bacem tahu bacem merupakan menu sehari hari yang sayang ditinggalkan, dengan rasa yang khas menambah selera makan
Sambal: Sambal dibuat dengan berapa pilihan sambel terasi diberi perasan dengan jeruk sambal, atau sambel lombok goreng yang akan menghantar nikmatnya kesegaran lalapan sayur
Lalapan terdiri dari berbagai macam, bunga turi yang banyak mengadung vitamin, daun singkong muda, daun pepaya. Selain itu jepan muda, terong, taoge yang banyak mengandung C, masih adalagi Kacang panjang tomat dan ketimun serta daun kemangi yang semua tumbuh dilingkungan situ
Joined: Jun 2007 Gender: Male Posts: 1,217 Location: Bintaro, Jak-Sel
Re: Tanaman Lalap « Reply #3 on Apr 9, 2008, 6:35pm »
untuk lalapan, favorit sy adalah pohpohan... manteb banget rasanya pas apalagi kalo pake sambel cibiuk wuihh bisa abis sebakul tuh ga kalah deh sama kambing hahaha... biasanya disediain di rumah makan sunda tp yg saya bingung kalo pohpohan yg beli di carefour kok rasanya beda yah sm yg kl yg sy makan di rmh mkn sunda? rasanya lebih ada mint2nya gitu... apa karena beda sumbernya yah?
memindah-mindah lokasi pot nepenthes dapat menyebabkan tanaman menjadi stress, pertumbuhan terhambat, mogok berkantong dan gangguan pada akar serta kematian
riyadhzuhd Active Member of KTKI member is offline
Joined: Sept 2007 Gender: Male Posts: 1,724 Location: Kb. Pala - Halim - Jak-Tim
Pohon kenikir merupakan tumbuhan tropika yang berasal dari Amerika Latin, tetapi tumbuh liar dan mudah didapati di Florida, Amerika Serikat, serta di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya. Kenikir adalah sejenis spesis bunga intan berayun yang berwarna unggu atau kuning dan berbunga kecil. Manakala tumbuhan bunga yang berwarna kuning jarang digunakannya sebagai ulam, yang berwarna unggu merupakan sayuran ulam yang sangat populer dimakan mentah bersama nasi atau di cicah dengan budu, sambal terasi atau tempoyak serta cincalok.
Berdasarkan kajian tempatan, kenikir mengandungi 3 persen protein, 0,4 persen lemak dan karbohidrat serta kaya dengan kalsium dan vitamin A. Daftar isi
* 1 Herba obat * 2 Kesimpulan * 3 Lihat pula * 4 Pranala luar
Herba obat
Ulamnya yang digelarkan "ulam raja" telah digunakan secara tradisi untuk memperbaiki peredaran darah dan mencuci darah, serta untuk menguatkan tulang. Ulamnya mempunyai keupayaan antioksida (AEAC) yang amat tinggi, iaitu setiap 100 gram ulam yang segar mempunyai keupayaan antioksida yang sama dengan 2,400 miligram L-asid askorbik. Melebihi dua puluh jenis bahan antioksida telah dikenal pasti dalam ulam raja. Bahan-bahan antioksida yang utama disebabkan oleh kehadiran bilangan proantosianidin yang wujud sebagai dimer, melalui heksamer, kuersetin glikosida, asid klorogenik, asid neoklorogenik, asid kripto-klorogenik, serta penangkap (+)-. Keupayaan ulam raja untuk mengurangkan tekanan oksidatif mungkin sebagiannya terdiri daripada kandungan antioksidanya yang tinggi.
Kesimpulan
Orang Nusantara dari dahulu telah mengetahui khasiat dan telah manfaatkan berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh merata sebagai makanan harian atau sebagai obat-obatan.
Joined: Dec 2006 Gender: Male Posts: 614 Location: Batam
Re: Tanaman Lalap « Reply #5 on Apr 9, 2008, 7:48pm »
kalo saya mah paling demen itu daun jambu mede (kalo gak salah namanya itu). daunnya rada panjang agak tebel, ada sepat2 nya dikit.. kalo pohpohan kan daunnya rada tipis trus bulat.. pas abis gathering dulu di cimacan, makan bareng pakde Dino sama bos Geha di Kabayan - Bogor.. tapi pas bener lalapan yang saya demen itu abis..
Katanya makan daun kemangi bisa menghilangkan bau badan yang gak enak...
Buat yang bau kakinya gak enak, cobain pake kopi. Taburin kopi di sepatu yang di pakai. Jadi rada ngeres juga seh di kaki. he..he..he..
Kemangi adalah terna kecil yang daunnya biasa dimakan sebagai lalap. Aroma daunnya khas, kuat namun lembut dengan sentuhan aroma limau. Daun kemangi merupakan salah satu bumbu bagi pepes. Sebagai lalapan, daun kemangi biasanya dimakan bersama-sama daun kubis, irisan ketimun, dan sambal untuk menemani ayam atau ikan goreng. Di Thailand ia dikenal sebagai manglak dan juga sering dijumpai dalam menu masakan setempat.
Kemangi adalah hibrida antarspesies antara dua spesies selasih, Ocimum basilicum dan O. americanum. Ia dikenal juga sebagai O. basilicum var. anisatum Benth. Aroma khasnya berasal dari kandungan sitral yang tinggi pada daun dan bunganya.
Peringatan *Nah lho!*
Sebagai bagian dari keluarga selasih, kemangi dapat mengandung estragol, senyawa yang diketahui karsinogen (pemicu kanker) pada mencit. Walaupun pengujian efek pada manusia belum dilakukan, penggunaan berlebihan selayaknya dihindari.
Petai, pete (IPA:pətɛ), atau mlanding (Parkia speciosa) merupakan pohon tahunan tropika dari suku polong-polongan (Fabaceae), anak-suku petai-petaian (Mimosoidae). Tumbuhan ini tersebar luas di Nusantara bagian barat. Bijinya, yang disebut "petai" juga, dikonsumsi ketika masih muda, baik segar maupun direbus.
Pohon petai menahun, tinggi dapat mencapai 20m dan kurang bercabang. Daunnya majemuk, tersusun sejajar. Bunga majemuk, tersusun dalam bongkol (khas Mimosoidae). Bunga muncul biasanya di dekat ujung ranting. Buahnya besar, memanjang, betipe buah polong. Dari satu bongkol dapat ditemukan sampai belasan buah. Dalam satu buah terdapat hingga 20 biji, yang berwarna hijau ketika muda dan terbalut oleh selaput agak tebal berwarna coklat terang. Buah petai akan mengering jika masak dan melepaskan biji-bijinya.
Biji petai, yang berbau khas dan agak mirip dengan jengkol, dikonsumsi segar maupun dijadikan bahan campuran sejumlah menu. Sambal goreng hati tidak lengkap tanpa petai. Sambal petai juga merupakan menu dengan petai.
Biji petai biasanya dijual dengan menyertakan polongnya. Namnun demikian, pengemasan moderen juga dilakukan dengan mengemasnya dalam plastik atau dalam stirofoam yang dibungkus plastik kedap udara.
Jering atau jengkol (Archidendron pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.
Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
Pemanfaatan
Biji jengkol biasa dimakan segar ataupun diolah (biasanya disemur, dan dikenal oleh orang Sunda sebagai ati maung atau "hati macan"). Bijinya lunak dan empuk. Tekstur inilah yang membuatnya disukai. Aromanya agak menyerupai petai tetapi lebih lemah. Namun demikian tidak demikian bila sudah dibuang dari urin.
Selain disemur, biji jengkol juga dapat dibuat menjadi keripik seperti halnya emping dari melinjo, dengan cara ditumbuk/digencet hingga pipih, dikeringkan dan digoreng dengan minyak panas.
Efek negatif bau sebenarnya dapat dikurangi dengan perendaman atau perebusan. Bau pada waktu kencing dapat dikurangi apabila pembilasan dilakukan sebelum dan sesudah kencing dengan jumlah air yang cukup.
Gangguan kesehatan
Selain bau jengkol dapat mengganggu kesehatan seseorang karena konsumsi jengkol berlebihan menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut "jengkolan". Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang masam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi. Risiko terkena jengkolan diketahui bervariasi pada setiap orang, dan dipengaruhi secara genetik dan oleh lingkungan.
riyadhzuhd Active Member of KTKI member is offline
Joined: Sept 2007 Gender: Male Posts: 1,724 Location: Kb. Pala - Halim - Jak-Tim
Putat « Reply #9 on Apr 9, 2008, 8:31pm »
Satu lagi sebelum pulang. Putat
Tumbuh di pinggir" sungai. Rasanya seperti daun mede katanya.
BARRINGTONIA SPICATA BL. Botani Sinonim Klasifikasi Divisi Sub divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis Nama umunYdagang Nama daerah Jawa Deskripsi Habitus Batang Daun Bunga Buah Biji Akar Chydenanthus dentato-serratus Knuth. Spermatophyta Angiospermae Djcotyledoneae Myrtales Lecythidaceae Barringtonia Barringtonia spicata Bl. Putat Putat {Jawa) Pohon, tinggi 17-20 m. Tegak, berkayu, bulat, permukaan kasar, percabangan simpodia), putih kotor. Tunggal, tersebar, duduk pada cabang, lonjong, tepi rata, ujung tumpul, pangkal meruncing, pertulangan menyirip, tipis, halus. panjang 6-10 cm, lebar 2-3 cm, tangkai silindris, panjang ± 2 cm, hijau. Majemuk, bentuk bulir, berkelamin dua, diantara duduk daun, tangkai bulat, panjang 2-3 cm, kelopak bentuk mangkok bercangap, halus, hijau, benang sari silindris, panjang ± 1 cm, kuning, kepala sari bulat, kuning kemerahan, putik putih, kepala putik bundar, kecil, hijau, mahkota, kuning, kuning. Batu, bersegi empat, hijau. Bulat, diameter ± 1,5 cm, putih. Tunggang, putih kekuningan. Khasiat Daun Barringtonia spicata berkhasiat untuk penambah nafsu makan. Untuk menambah nafsu makan dipakai daun muda segar Barringtonia spicata secukupnya, dicuci dan dimakan sebagai lalab. Kandungan kimia Daun Barringtonia spicata mengandung saponin, flavonoida dan tanin
Joined: Dec 2006 Gender: Male Posts: 3,597 Location: Sidoarjo
Re: Tanaman Lalap « Reply #12 on Apr 10, 2008, 8:03am »
masuk topic ini aroma pete dan jengkol langsung tercium... masalah asam urat, ada artikel yg membahas hubungan antara kemangi (Ocimum sanctum) dan asam urat... tapi tidak dapat akses penuhnya.
Joined: Dec 2006 Gender: Male Posts: 2,199 Location: Bandung
Re: Tanaman Lalap « Reply #14 on Apr 10, 2008, 1:53pm »
Ini namanya Sintrong (crassocephalum crepidio), banyak tumbuh di hutan dan di pekarangan rumah. Bunganya merah, kalo sudah tua biji bunga sintrong akan terbang. Sintrong punya aroma yg khas. Aromanya bisa menyengat hidung.